Bagian dan fungsi mixer audio yang perlu kalian ketahui

Bagian dan fungsi mixer audio yang perlu kalian ketahui

Bagian dan fungsi mixer audio
Photo from Pexels

Bagian dan fungsi mixer audio yang perlu kalian ketahui - Audio mixer adalah suatu alat yang digunakan sebagai alat untuk memperkuat, mengolah suara serta mencampur sumber suara yaitu dengan cara mengatur dan mengontrol, segala input yang masuk di berbagai input dari microphone pada channel. Dalam produksi acara Radio dan Televisi peralatan Audio Mixer sangat penting keberadaannya. Untuk mendapatkan kualitas yang standar dengan warna suara/frekuensi suaranya dapat diperbaiki dengan peralatan audio mixer.

Pada audio mixer mempunyai berbagai macam channel yang dimiliki setiap audio mixer dari 3 channel sampai dengan 48 channel bahkan bisa lebih tergantung kebutuhan yang diperlukan oleh audioman.

Untuk mendapatkan kualitas suara yang sesuai warna suara/frekuensi suara, secara teknis berpedoman pada pengaturan dan pengontrolan Peralatan Audio mixer dengan baik dan benar, maka informasi dan sumber suara yang dihasilkan outputnya akan maksimal juga sesuai yang dikehendaki. Untuk mengatur besaran sinyal pada setiap channel adalah fader dan pada fader ini disesuaikan maximal pada posisi 0 batas merah.

Audio mixer peralatan yang mempunyai beberapa input modul dan masing-masing input mempunyai fungsi dan kegunaanya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa input modul pada audio mixer

Input Line

Input line berfungsi untuk masukan input yang mempunyai impedansi tinggi (High Impedance), impedansi satuannya adalah Ohm. Untuk 1000 Ohm atau lebih dikategorikan sebagai impedansi tinggi, impedansi perlu diketahui guna  menyesuaikan input atau sumber suara yang masuk seperti input dari output gitar, keyboard, cd playback.

Bagian dan fungsi mixer audio

Input Mic

Input mic ini berfungsi untuk masukan yang mempunyai input low impedansi berkisar 600 Ohm, seperti sumber suara yang berasal langsung dari mikrofon.

Gain 

Gain disebut juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel audio mixer. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitive input yang kita inginkan diterima oleh audio mixer. Apakah berupa sinyal mic atau berupa signal line (keyboard, tape deck, dll).

Phantom 48v 

Karena ada beberapa tipe mikrofon yang salah satunya adalah merupakan mikrofon condenser, mikrofon jenis ini butuh tenaga tambahan/catu daya untuk membuatnya bekerja. Untuk itulah tombol 48v phantom berfungsi yang bila diaktifkan akan mengirim 48v ke microphone sebagai penyuplai tenaga, atau juga ke DI Box aktif. Karena pada beberapa audio mixer tidak terdapat switch phantom setiap  channelnya, melainkan hanya terdapat satu tombol saja untuk mengaktifkan phantom bagi seluruh channel, maka periksalah terlebih dahulu, bila semua kabel yang terkoneksi ke konsole adalah merupakan input balance, ini tidak akan menimbulkan masalah. Tetapi bila salah satu atau beberapa diantaranya merupakan tidak balance, maka ini akan menimbulkan masalah.

PAD 

Tombol ini berfungsi untuk mengurangi gain input dari 20 sampai 30 db. Tombol ini bukan merupakan tombol putar yang bisa diatur pengurangannya, melainkan tombol tekan. Bila tombol PAD ditekan gain input akan berkurang antara 20 sampai 30 db tergantung mixer (baca:manual booknya).

Reverse

Reverse berfungsi untuk membalikan phase. Pada setiap masukan selalu terdiri minimal lebih dari satu sambungan. Misalnya mikrofon dengan konektor XLR pasti terdapat tiga pin ( pin 1-ground, pin2-hot/positif, pin3 cold/negatif ). Bila salah satu pin terbalik ( pin 2 dan pin 3 ), maka suara yang dihasilkan akan berbeda. Ini sangat terasa bila terjadi pada channel kick drum.

High Pass Filter

High Pass filter akan memotong frekuensi rendah dari input yaitu dari 80 Hz ke bawah. Ini dapat diaktifkan ( IN ) bila dari sumber suara tidak memproduksi suara dengan jangkauan frekuensi rendah. Misalnya Hi-Hat, vokal, gitar ( khususnya akustik ). Namun tidak perlu diaktifkan ( OUT ) terhadap channel drum ( kick dan beberapa tom ) dan bass gitar. Karena bila diaktifkan akan mengakibatkan channel tersebut kehilangan frekuensi rendahnya.

Group Assigns 

Disebut juga Subgroup Assigns, hanya terdapat pada mixing  console ( Audio Mixer ) yang memiliki group. Pada mixing console(Audio Mixer) tersebut tertulis 16/2 berarti 16 channel 2 output ( L/R ). Ini menunjukkan bahwa mixing console ( Audio Mixer ) tersebut tidak memiliki group. Namun bila tertulis 16/4/2, ini berarti mixing console tersebut memiliki 16 channel, 4 group dan 2 master L/R. Group assigns fungsinya menentukan kemana signal channel akan dikirim. Apakah ke group atau ke master L/R. Mixing Console ( Audio Mixer ) yang memiliki 4 group, kita dapat mengirim semua channel drum ke group 1, gitar dan bas ke group 2, keyboard ke group 3 dan vokal ke group 4. Sedangkan bila tersedia 8 group, kita dapat melakukan hal yang sama namun semuanya dalam stereo. Yang kemudian seluruhnya dikirim ke master L/R. 

Bagian dan fungsi mixer audio
Photo from Pexels

PFL dan SOLO

Tombol PFL ( Pre Fade Listening ) akan membantu untuk mendengar ( melalui headphone ) channel yang tombol PFL / SOLOnya diaktifkan. Juga untuk men-check gain signal pada channel. Misalnya pada saat check sound, sebelum membuka fader dari channel, tekan tombol PFL, maka pada led indikator channel akan terlihat seberapa besar gain input yang masuk ( apakah overload atau terlalu kecil ) sebelum suara dikirim ke seluruh system.

Beberapa tipe mixing console terdapat hanya tombol SOLO yang berguna pada saat soundcheck dan berfungsi untuk mengirim pada channel yang ditekan tombol solonya ke master L/R.

Auxiliary Sends 

Signal yang dikirim ini terpisah sama sekali dari keluaran master. Ini berguna untuk mengirim signal ke system monitor, atau juga ke berbagai macam unit effek, dan dari keluaran effek dikirim lagi ke channel yang berbeda pada mixing console. Mixer yang paling sederhana sekalipun sedikitnya memiliki satu atau dua AUX SEND. Satu untuk mengirim signal ke monitor dan satu untuk mengirim efek ( echo, reverb ). Sedang pada mixing console yang lebih besar memiliki 4-6 atau 8 aux send yang kemudian dibagi lagi atas Pre Fade atau Post Fade. 

Pre Fade 

Pada mixer besar umumnya terdapat auxiliary yang terbagi atas pre fade dan atau post fade. Sinyal yang dikirim dari Pre fade tidak mengalami pengaruh dari channel atau belum mengalami proses dari channel. Itulah makanya Pre fade yang Pre EQ baik dan ideal digunakan untuk mengirim signal ke monitor section.

Post Fade 

Post fade adalah kebalikan dari pre fade yang semua sinyal yang dikirim melalui post fade adalah telah melalui proses dari channel atau ikut pengaruh dari channel fader, baik EQ maupun levelnya. Post fade sering digunakan untuk mengirim signal ke effect, atau mengirim sinyal ke mixer yang terpisah untuk keperluan broadcast ( Stasiun TV atau Radio ), dll tidak ada keterikatan dalam pemilihan penggunaan Auxiliary Send. 

Auxiliary Master

Setiap auxiliary dari channel memiliki satu tombol lagi sebagai pengatur level untuk keseluruhannya. Misalnya aux 1 setiap channel memiliki master aux 1 untuk mengatur seluruh level dari aux 1 setiap channel. Begitu juga auxiliary lainnya. Yang berarti bila mixer memiliki 4 auxiliary out, maka akan terdapat 4 auxiliary master.

Auxiliary Return 

Signal yang telah dikirim melalui auxiliary out ke unit effect apakah Delay, Reverb atau lainnya akan dikirim kembali ke mixing console untuk digabungkan dan diseimbangkan secara tepat dengan level dari signal orisinil source tadi. Walaupun cukup banyak juga mixing console yang memiliki pengaturan effect return secara khusus. Yang biasanya bukan dalam bentuk slider ( potensio geser ).

Itulah pembahasan saya mengenai Bagian dan fungsi mixer audio yang perlu kalian ketahui, untuk mendapatkan informasi terbaru tentang postingan di blog ini, kalian dapat berlangganan via email yang ada.

You may like these posts