Teknik dasar pengambilan gambar dalam sinematografi

Teknik dasar pengambilan gambar dalam sinematografi

Belajar teknik dasar pengambilan gambar dalam sinematografi
Photo from Aditya

Teknik dasar pengambilan gambar dalam sinematografi - Berbeda dengan fotografi, sinematografi adalah ilmu yang mempelajari tentang teknik pengambilan gambar dan menggabungkannya, sehingga menjadi sebuah rangkaian gambar yang di dalamnya terkandung ide dan cerita dengan bentuk video. Orang yang bekerja di industri sinematografi disebut sinematografer, dan perlu kalian ketahui, bahwa sinematografer berbeda dengan videografer.

Semua orang bisa mempelajari teknik ini, termasuk kalian. Langkah pertama sebelum kalian mengenal beberapa teknik sinematografi adalah menentukan shoot/capture size. Kualitas shot tak hanya membantu kalian dalam menjalankan alur cerita, namun juga memanjakan penonton kalian karena pengambilan gambar sangat mempengaruhi teknik apa yang harus kalian lakukan.

Komposisi, posisi dan sudut dari kamera merupakan tiga hal yang berperan dalam pengambilan gambar. Bagi kalian yang baru ingin belajar teknik dasar sinematografi, berikut ini saya telah merangkum beberapa yang dapat kalian terapkan, berikut pembahasannya.

teknik pengambilan gambar extreme long shot
Photo from Aditya

Extreme long shot

Teknik ini memperlihatkan set lokasi dimana adegan itu terjadi. Teknik ini menggunakan lensa wide atau cine lens agar semua objek bisa masuk ke dalam frame, bisa menggunakan lensa biasa asalkan berjenis wide karena keduanya berbeda, untuk mengetahui perbedaanya kalian dapat membaca postingan saya tentang perbedaan cine lens dari lensa biasa. 

Dalam teknik ini kalian perlu menerapkan teknik rule of third agar komposisi gambar menjadi lebih menarik untuk dilihat. Teknik ini digunakan untuk memperkenalkan sebuah gambar awal yang menunjukan seluruh lokasi dari adegan atau isi ceritanya. Teknik ini membuat gambar menjadi lebih kecil serta dimensi yang ditangkap juga otomatis berukuran lebar.

Very long shot

Kalian dapat menggunakan teknik very long shot ini secara langsung. Satu hal yang perlu kalian perhatikan adalah harus ada setidaknya ada satu objek utama yang ingin kalian tonjolkan. Set lokasi bisa sama karena disini kalian menunjukan siapa dan apa yang ingin kalian tekankan atau sampaikan.

Teknik ini menggunakan area yang memperlihatkan seluruh bagian tubuh objek agar tidak terpotong frame. Teknik ini lanjutan dari extreme long shot, sehingga fokus utama dari teknik ini adalah pada subjek dengan segala pengambilan gambar tanpa ada bagian yang terpotong frame. Objek utama pada teknik ini juga menjadi highlight dalam pengambilan gambar.

teknik pengambilan gambar  long shot
Photo from Aditya

Long shot

Dalam sinematografi, teknik long shot adalah untuk membuat objek terlihat keleluasaannya di mata para penonton, dalam istilah lain disebut ukuran landscape format. TEknik ini biasanya digunakan saat opening shoot dari sebuah film ataupun video, yang pasti kalian harus tetap mengedepankan aturan dari rule of third. Teknik long shot sinematografi adalah untuk mengantarkan mata penonton pada keleluasaan suatu objek.

teknik pengambilan gambar medium close up
Photo from Aditya

Medium close up

Teknik medium close up mengambil objek setengah badan. Teknik ini banyak digunakan dalam sesi wawancara karena gambar yang diperoleh lebih dinamis, semua pergerakan setengah badan dapat dilihat secara detail sehingga tidak terlihat membosankan. untuk membuat variasi shoot, usahakan saat menerapkan teknik ini kalian menggunakan lebih dari satu kamera agar angle dari video yang dihasilkan berbeda. Sebagai contoh, misalnya kalian melakukan shoot wawancara dengan satu kamera di depan subjek dan satu lagi di sebelah kiri atau kanan subjek.

Hampir sama dengan medium shot, keunggulan dari teknik ini adalah kalian dapat memadukan antara medium close up dan medium shot sehingga gambar tampak lebih dinamis dan membuat penonton tidak jenuh. 

Close up

Yang terakhir adalah teknik yang populer karena banyak digunakan oleh sinematografer. komposisi pada teknik ini memiliki karakter yaitu fokus pada wajah atau bagian tubuh yang lain. Teknik ini juga cocok digunakan untuk wawancara atau pada saat adegan tertentu, karena memperlihatkan dengan jelas reaksi atau ekspresi dari subjek.

Itulah sedikit pembahasan saya mengenai teknik dasar pengambilan gambar dalam sinematografi, untuk kalian yang ingin menambahkan atau memberi saran bisa kalian tulis di kolom komentar, dan jika kalian yang tertarik dengan pembahasan di blog ini, kalian dapat berlangganan via email.

You may like these posts