Teknik Pencahayaan Broadcasting

Teknik Pencahayaan Broadcasting

Teknik Pencahayaan Broadcasting

Teknik Pencahayaan Broadcasting - Lighting atau pencahayaan dalam dunia penyiaran atau broadcasting selain berfungsi untuk menerangkan objek juga berfungsi untuk mengontrol cahaya dan bayangan. Hal itu diperlukan untuk menunjukan bentuk atau tekstur dari wajah sehingga dapat menonjolkan dramatisasi. Orang yang mengatur pencahayaan untuk keperluan kegiatan penyiaran berdasarkan acuan secara teknis maupun teoritis adalah lighting operator.

Dalam melakukan penataan cahaya tidak bisa sembarangan, karena ada aturan-aturan yang harus kalian perhatikan karena penataan cahaya bukan semata-mata agar kamera dapat merekam gambar, tetapi memiliki andil besar dalam  agar penonton mampu mendapat kesan tertentu.

Dari penjelasan singkat saya di atas kita dapat mengetahui bahwa kebutuhan penataan cahaya disebabkan karena beberapa alasan.

Alasan Teknis

Secara Teknis penataan cahaya harus memenuhi standar pencahayaan yang berlaku yaitu mengenai intensitas yang cukup, color temperature yang tepat dan adanya kejelasan ruang dari gambar yang ditampilkan. Kamera hanya dapat berfungsi dengan keterbatasan kekontrasan, karena itu untuk bisa menghasilkan gambar yang baik seyogyanya dalam pengontrolan pencahayaan dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Alasan Artistik

Penataan cahaya sangat membantu menciptakan pandangan kita khayalan tiga dimensi dalam arti mampu memperjelas adanya jarak, ruang, kepadatan, dan unsur bentuk dari objeknya hal ini dapat membangun suasana tempat, dan mood atau style. Penataan cahaya juga dapat membangun suasana menjadi indah atau kotor, dan tidak menarik.

Programatis

Secara Pragmatis diartikan sebagai tingkat keberhasilan penataan cahaya dalam menggali, dan menampakan kedalaman isi naskah drama, tari atau musik melalui perasaan yang diwakilinya.

Untuk memperoleh hasil produksi yang baik, kita membutuhkan penataan cahaya yang tepat sesuai dengan sumber-sumber cahaya yang digunakan, adapun pembagian sumber cahaya adalah sebagai berikut.

Teknik Pencahayaan Broadcasting
Photo from pexels

Natural Light

Original light juga disebut dengan cahaya alami, yaitu cahaya asli yang bersumber dari alam seperti cahaya matahari. Saat matahari bersinar dengan cerah cahaya yang berasal dari matahari ini memiliki sifat yang tajam serta keras ( Hard Light ), namun saat matahari tertutup oleh awan sifat cahaya yang dihasilkan akan menjadi lembut ( Soft Light ).

Teknik Pencahayaan Broadcasting
Photo from pexels

Artificial Light

Artificial light atau dapat kita disebut cahaya buatan dengan sumber cahaya yang bermacam-macam, diantaranya lampu, lilin, obor dan lain sebagainya. Disebut sebagai cahaya buatan karena dibuat melalui kreativitas manusia yang juga meniru dari sumber cahaya matahari (Original Light). Sumber pencahayaan ini biasanya dengan menggunakan teknik three point of light, bagi kalian yang ingin tahu apa itu three point of light, kalian dapat belajar teknik dasar pencahayaan three point of light.

Pada dua sumber cahaya diatas terdapat dua jenis sifat cahaya, ada hard light dan soft light, untuk penjelasan mengenai keduanya adalah sebagai berikut.

Teknik Pencahayaan Broadcasting

Hard light 

Hard light dapat kita artikan sebagai cahaya tajam serta kuat yang jatuh menimpa subyek dan dapat menimbulkan batas bayangan yang jelas dan kuat pada tepi subjek. Efek yang dihasilkan adalah membuat bayangan tajam, jelas terlihat dan distribusi cahayanya dapat diatur untuk daerah  pencahayaan yang sempit.

Teknik Pencahayaan Broadcasting

Soft light

Soft light atau cahaya yang lembut dan tidak menghasilkan bayangan tajam pada subjek. Soft Light biasanya berasal dari lampu yang memiliki diffuser sehingga sulit difokuskan dan cahayanya menyebar pada daerah yang luas. Efek yang dihasilkan membuat bayangan yang tipis dan lemah, bayangan cahaya menjadi terlihat samar-samar dan sulit diatur untuk suatu daerah tertentu yang sempit.

Itulah pembahasan tentang pengetahuan dasar lighting broadcasting semoga dapat memberikan pengetahuan untuk kalian karena seorang penata cahaya diharapkan mampu melakukan penataan cahaya baik original maupun artificial, namun hal ini akan menjadi suatu tantangan bagi seorang penata cahaya, khususnya di dalam penataan cahaya dengan artificial light.

You may like these posts